Tempat Wisata Yang
Sangat Melegenda dan Bersejarah Misteri Di tahan Air Indonesia
INDONESIA kaya akan
khasanah budaya, termasuk dalam bentuk cerita-cerita rakyat yang melegenda.
Entah bagaimana cerita-cerita itu dapat "meninggalkan jejak" yang
hingga kini dapat kita saksikan dan kita kunjungi, seolah kisah-kisah itu benar
adanya, bukan sebuah takhyul yang mengemuka akibat keberadaan tempat-tempat
itu.Dari segi pariwisata, tentu saja tempat-tempat yang berkaitan dengan
legenda itu dapat mendatangkan income yang tidak sedikit, karena tempat-tempat
itu menjadi obyek yang yang ramai dikunjungi wisatawan domestik dan
mancanegara.Nah, untuk menambah khasanah pengetahuan kita tentang objek wisata
di Indonesia yang berlatar belakang legenda, inilah tempat-tempat itu. Siapa
tahu, jika Anda belum pernah ke tempat-tempat itu, Anda akan memasukkannya
dalam daftar tempat wisata yang akan Anda kunjungi. Datanya dihimpun dari
berbagai sumber.
1. Batu Gantung, Sumatra
Utara
Konon, zaman dahulu kala
di tepi Danau Toba hidup sepasang suami istri dengan seorang anak perempuannya
yang cantik jelita. Namanya Seruni. Sayang, meski banyak pemuda yang menyukai
Seruni, dan gadis itu telah memilih salah seorang dari mereka sebagai
kekasihnya, suami istri itu telah menjodohkan Seruni dengan seorang pemuda yang
masih sepupunya Seruni sendiri. Suatu hari, Seruni melamunkan nasibnya di
pinggir Danau Toba dengan ditemani anjing peliharaannya yang bernama Toki, dan
memutuskan untuk bunuh diri dengan cara menerjunkan diri dari tebing yang
curam. Ia lalu berjalan menuju tebing yang dimaksudkannya, namun sebelum tiba
di sana dia terperosok ke dalam sebuah lubang yang terdapat di sebuah batu
besar, dan tak dapat keluar dari sana.Seruni memutuskan untuk mengakhiri
hidupnya di lubang itu, dan berteriak; "Parapat, parapat!" yang
artinya "Merapat, merapat!" Tujuannya agar lubang pada batu itu
merapat dan menghimpit tubuhnya hingga ia tewas. Keinginan Seruni terkabul.Maka,
jika Anda ke Parapat, sebuah kota kecil di Kabupaten Simalungun, Sumatera
Utara, Anda akan menemukan sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang
gadis yang seolah-olah sedang menggantung di tepi tebing. Oleh masyarakat
setempat, batu itu disebut Batu Gantung, dan hingga kini menjadi salah satu
objek wisata andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun yang ramai dikunjungi
wisatawan domestik dan mancanegara. Konon, nama Kota Parapat berasal dari kata
terakhir yang disebutkan Seruni, sebelum gadis itu meninggal.
2. Tangkuban Parahu,
Jawa Barat
Banyak ilmuwan yang
menyatakan bahwa Gunung Tangkuban Perahu merupakan sebuah gunung berapi aktif
yang tercipta akibat proses alam selama ribuan, bahkan jutaan tahun. Namun bagi
masyarakat Jawa Barat, gunung yang berjarak sekitar 25-30 kilometer di utara Kota
Bandung dan berketinggian 2.084 meter dari permukaan laut (dpl) itu muncul di
permukaan Bumi bukan akibat proses alam, melainkan karena kesaktian
Sangkuriang. Konon, dahulu kala, ada seorang wanita cantik bernama Dayang
Sumbi. Ia hidup di tengah hutan bersama anaknya yang bernama Sangkuriang. Suatu
hari, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang berburu rusa karena ia ingin sekali
memakan dagingnya. Sayang, rusa yang diburu Sangkuriang gagal didapatkan,
sehingga karena tak ingin mengecewakan ibunya, Sangkuriang membunuh Tumang,
anjing peliharaan ibunya yang menemani ia berburu, dan mempersembahkan
dagingnya kepada sang Ibu.Dayang Sumbi marah sekali setelah tahu apa yang
dilakukan Sangkuriang itu karena Tumang ternyata penjelmaan ayah Sangkuriang
sendiri. Ia memukul kepala Sangkuriang hingga bercucuran darah, dan kemudian mengusir
Sangkuriang dari rumah. Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang tumbuh dewasa yang
tampan dan gagah, tanpa sengaja kembali ke hutan tempat dimana ibunya tinggal,
dan menemukan Dayang Sumbi yang masih saja terlihat muda dan cantik. Ia jatuh
cinta, dan cintanya terbalas karena Dayang Sumbi pun tak tahu kalau Sangkuriang
adalah anaknya.Suatu hari, saat mereka sedang bercengkrama, Dayang Sumbi melihat
luka di kepala Sangkuriang, dan segera mengetahui kalau pemuda yang sedang
memadu kasih dengan dirinya, adalah anaknya sendiri. Ia syok dan memutuskan
hubungan mereka. Sangkuriang marah, dan ngotot untuk tetap menikahi Dayang
Sumbi, meski kemudian Dayang Sumbi memberitahu kalau ia adalah ibu kandung
Sangkuriang sendiri.Tak kehabisan akal, Dayang Sumbi kemudian menyatakan bahwa
ia bersedia dinikahi asalkan Sangkuriang mampu membuatkannya sebuah telaga dan
sebuah perahu dalam satu malam. Sangkuriang menyanggupi. Dengan dibantu jin,
Sangkuriang nyaris mampu memenuhi permintaan Dayang Sumbi, namun Dayang Sumbi
lagi-lagi tak kehabisan akal. Ia menebar kain boeh rarang (kain putih hasil
tenunannya), dan dalam sekejap mata kain itu mengeluarkan cahaya bagaikan cahaya
fajar di ufuk timur. Cahaya itu membuat jin-jin yang membantu Sangkuriang,
mengira hari telah pagi dan buru-buru pergi, meninggalkan pekerjaannya yang
hampir rampung. Sangkuriang marah sekali ketika tahu siasat Dayang Sumbi itu.
Ia lalu menendang perahu yang telah dibuatnya, dan perahu itu kemudian jatuh
dalam keadaan menelungkup dan berubah menjadi gunung yang hingga kini kita
kenal dengan nama Gunung Tangkuban Perahu. Delama 2 abad terakhir, gunung yang
menjadi ikon pariwisata Jawa Barat ini telah beberap kali meletus, yakni pada
1829, 1846, 1862, 1887, 1896, 1910, dan 1929.
3. Candi Prambanan,
Yogyakarta
Inilah candi yang
memiliki bentuk sangat anggun dan menjadi salah satu ikon budaya Indonesia.
Candi ini juga merupakan candi Hindu terbesar di Asia Tenggara.Konon, dahulu
kala ada seorang pemuda sakti mandraguna yang ingin menikahi seorang putri
cantik bernama Roro Jonggrang. Namanya Bandung Bondowoso. Pemuda ini beruntung
karena ayah sang putri yang merupakan seorang raja, merestui perasaannya, dan
bahkan memaksa sang Putri agar menikahi pemuda itu. Namun, sang putri enggan.Roro
Jonggrang kemudian memberi satu syarat kepada Bandung yang disebutnya sebagai
mas kawin, yakni meminta dibangunkan 1.000 buah candi yang harus telah rampung
dalam semalam, sebelum ayam berkokok menjelang fajar menyingsing. Bandung
menyanggupinya.Menjelang dinihari, 999 candi telah dibuat, sehingga Roro
Jonggrang panik dan meminta para wanita agar memukul lesung (alat penumbuk
padi), sehingga ayam-ayam terbangun dan berkokok. Meski belum dinihari.Bandung
Bondowoso marah karena tahu telah dicurangi Roro Jonggrang. Ia lalu mengubah
putri itu menjadi batu yang kini kita kenal dengan nama Candi Prambanan, atau
Candi Roro Jonggrang menurut warga setempat. Sementara candi-candi lain yang teklah
dibuat Bandung Bondowoso dan berada di sekitar Candi Roro Jonggrang dinamakan
Candi Sewu atau Candi Seribu.
4. Danau Toba, Sumatera
Utara
Jika ditinjau dari kaca
ilmu pengetahuan, Danau Toba merupakan sebuah kawah vulkanik berukuran panjang
100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang tercipta dari hasil ledakan gunung
sekitar 75.000 tahun silam. Namun bagi penduduk setempat, danau terbesar di
Indonesia dan Asia Tenggara ini terbentuk karena dilatari sebuah legenda.Konon,
dahulu kala ada seorang pemuda miskin bernama Toba yang hidup dari bertani dan
menangkap ikan di sungai. Suatu hari, ia menangkap seekor ikan mas yang dapat
berbicara sebagaimana layaknya manusia. Ikan itu kemudian dibawa pulang, dan
menjadi seorang gadis yang amat cantik.Menurut pengakuan gadis itu, dirinya
adalah seorang bidadari bernama Mina yang dikutuk para dewa, sehingga berubah
menjadi ikan, dan meminta Toba untuk tidak membocorkan rahasia ini kepada
siapapun. Toba bersedia asalkan Mina mau menikah dengannya, dan Mina setuju.
Maka, menikahlah mereka, dan dikaruniai seorang anak bernama Samosir.Suatu
hari, Mina menyuruh Samosir mengantarkan makan siang untuk Toba di ladang.
Samosir menolak, namun karena Mina memaksa, Samosir terpaksa menurut. Di tengah
jalan, karena lapar, Samosir memakan sebagian besar nasi dan lauk pauk untuk
Toba, sehingga ketika dia tiba di ladang, dia bukan hanya terlambat, tapi juga
makanan Toba tinggal sedikit. Toba marah besar dan memukuli anak semata
wayangnyanya itu sambil mengatakan; “Anak kurang ajar! Betul-betul kau anak
keturunan perempuan yang berasal dari ikan!” Samosir menangis dan bergegas
pulang. Ia mengadu kepada Mina, dan menyampaikan apa yang dikatakan Toba. Mina
terkejut dan merasa sangat kecewa karena Toba telah melanggar janji. Ia menerjunkan
diri ke sungai dan kembali menjadi ikan. Tak hanya itu, air sungai meluap dan
hujan turun dengan sangat deras, sehingga lembah dimana Toba tinggal,
tenggelam. Air juga menggenangi desa-desa di sekitarnya, dan air tak surut lagi
sehingga terciptalah sebuah danau besar yang kini kita kenal dengan nama Danau
Toba.Konon, Toba tak dapat menyelamatkan diri dari banjir besar tersebut, dan
dari tengah danau itu kemudian muncul sebuah pulau yang kini kita kenal dengan
nama Pulau Samosir.Danau Toba berjarak sekitar 176 kilometer dari Medan. Danau
ini merupakan salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, karena
pemandangannya yang indah.
5. Danau Tolire, Ternate
Danau ini berada di kaki
Gunung Gamalama, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Ternate. Danau ini
memiliki bentuk yang unik. Jika dilihat dari udara, danau ini seperti mangkok
yang menjorok ke dalam. Dari pinggir atas tepi danau hingga ke permukaan, airnya
memiliki kedalaman sekira 50 meter. Namun, kedalaman danau secara tepat tidak
ada yang mengetahui karena belum ada yang pernah mengukurnya. Warga setempat
percaya, danau ini tidak memiliki dasar, sehingga tidak ada yang berani
menyelaminya. Konon, bila Anda melempar sesuatu ke Danau Tolire, meski sekuat
apapun lemparan Anda dari tepi danau, sesuatu itu takkan pernah menyentuh air
danau itu. Meski, air permukaan danau terlihat tidak begitu jauh dari Anda. Banyak
mitos yang berkembang di Danau Tolire. Mitos yang paling banyak dibicarakan
adalah kisah mengenai seorang anak dan ayah kandungnya.Konon, menurut cerita
masyarakat setempat, di tempat Danau Tolire berada saat ini, dulunya adalah
sebuah kampung. Namun, kampung ini kemudian dikutuk oleh Sang Penguasa Alam
karena ada seorang ayah yang tega menghamili anak gadisnya sendiri. Tempat si
ayah tersebut berdiri ambles ke tanah dan kini menjadi tempat Danau Tolire
Besar. Sedangkan anaknya berubah menjadi Danau Tolire Kecil, yang berada tak
jauh dari situ.
6. Pantai Air Manis,
Sumatra Barat
Pantai ini berada di
Kota Padang. Panoramanya indah dengan ombak bergulung-gulung yang sangat pas
untuk berselancar.Pasir pantai ini berwarna coklat keputih-putihan, terhampar
luas dan landai. Dari waktu ke waktu, terutama di akhir pekan dan hari libur,
wisatawan membanjiri pantai ini untuk sekedar berekreasi, kemping atau
berselancar.Konon, pantai ini terkait erat dengan legenda Malin Kundang, anak
yang durhaka kepada ibunya sendiri, dan dikutuk menjadi batu. Malin mulanya
anak orang miskin yang tinggal bersama ibunya di sebuah kampung. Suatu hari,
Malin merantau karena ingin menjadi orang kaya raya, dan meninggalkan ibunya
seorang diri. Bertahun-tahun kemudian, Malin kembali sebagai seorang saudagar
kaya raya dengan istri yang cantik jelita. Sayang, karena malu melihat ibunya
yang miskin dan berpakaian compang-camping, ia tak mengakui ibunya itu. Bahkan
sang Ibu diusir dari kapalnya yang megah. Sakit hati karena perlakuan anaknya
yang durhaka, Ibu Malin Kundang berdoa kepada Tuhan dan mengutuk anaknya itu
agar menjadi batu. Kutukan itu terjadi. Malin, istri, kapal, dan semua anak
buahnya berubah menjadi batu. Hingga kini, batu penjelmaan mereka masih dapat
dilihat di Pantai Air Manis yang berjarak sekitar 15 km dari kota Padang. Tempat Wisata Yang
Sangat Melegenda dan Bersejarah Misteri Di tahan Air Indonesia
INDONESIA kaya akan
khasanah budaya, termasuk dalam bentuk cerita-cerita rakyat yang melegenda.
Entah bagaimana cerita-cerita itu dapat "meninggalkan jejak" yang
hingga kini dapat kita saksikan dan kita kunjungi, seolah kisah-kisah itu benar
adanya, bukan sebuah takhyul yang mengemuka akibat keberadaan tempat-tempat
itu.Dari segi pariwisata, tentu saja tempat-tempat yang berkaitan dengan
legenda itu dapat mendatangkan income yang tidak sedikit, karena tempat-tempat
itu menjadi obyek yang yang ramai dikunjungi wisatawan domestik dan
mancanegara.Nah, untuk menambah khasanah pengetahuan kita tentang objek wisata
di Indonesia yang berlatar belakang legenda, inilah tempat-tempat itu. Siapa
tahu, jika Anda belum pernah ke tempat-tempat itu, Anda akan memasukkannya
dalam daftar tempat wisata yang akan Anda kunjungi. Datanya dihimpun dari
berbagai sumber.
1. Batu Gantung, Sumatra
Utara
Konon, zaman dahulu kala
di tepi Danau Toba hidup sepasang suami istri dengan seorang anak perempuannya
yang cantik jelita. Namanya Seruni. Sayang, meski banyak pemuda yang menyukai
Seruni, dan gadis itu telah memilih salah seorang dari mereka sebagai
kekasihnya, suami istri itu telah menjodohkan Seruni dengan seorang pemuda yang
masih sepupunya Seruni sendiri. Suatu hari, Seruni melamunkan nasibnya di
pinggir Danau Toba dengan ditemani anjing peliharaannya yang bernama Toki, dan
memutuskan untuk bunuh diri dengan cara menerjunkan diri dari tebing yang
curam. Ia lalu berjalan menuju tebing yang dimaksudkannya, namun sebelum tiba
di sana dia terperosok ke dalam sebuah lubang yang terdapat di sebuah batu
besar, dan tak dapat keluar dari sana.Seruni memutuskan untuk mengakhiri
hidupnya di lubang itu, dan berteriak; "Parapat, parapat!" yang
artinya "Merapat, merapat!" Tujuannya agar lubang pada batu itu
merapat dan menghimpit tubuhnya hingga ia tewas. Keinginan Seruni terkabul.Maka,
jika Anda ke Parapat, sebuah kota kecil di Kabupaten Simalungun, Sumatera
Utara, Anda akan menemukan sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang
gadis yang seolah-olah sedang menggantung di tepi tebing. Oleh masyarakat
setempat, batu itu disebut Batu Gantung, dan hingga kini menjadi salah satu
objek wisata andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun yang ramai dikunjungi
wisatawan domestik dan mancanegara. Konon, nama Kota Parapat berasal dari kata
terakhir yang disebutkan Seruni, sebelum gadis itu meninggal.
2. Tangkuban Parahu,
Jawa Barat
Banyak ilmuwan yang
menyatakan bahwa Gunung Tangkuban Perahu merupakan sebuah gunung berapi aktif
yang tercipta akibat proses alam selama ribuan, bahkan jutaan tahun. Namun bagi
masyarakat Jawa Barat, gunung yang berjarak sekitar 25-30 kilometer di utara Kota
Bandung dan berketinggian 2.084 meter dari permukaan laut (dpl) itu muncul di
permukaan Bumi bukan akibat proses alam, melainkan karena kesaktian
Sangkuriang. Konon, dahulu kala, ada seorang wanita cantik bernama Dayang
Sumbi. Ia hidup di tengah hutan bersama anaknya yang bernama Sangkuriang. Suatu
hari, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang berburu rusa karena ia ingin sekali
memakan dagingnya. Sayang, rusa yang diburu Sangkuriang gagal didapatkan,
sehingga karena tak ingin mengecewakan ibunya, Sangkuriang membunuh Tumang,
anjing peliharaan ibunya yang menemani ia berburu, dan mempersembahkan
dagingnya kepada sang Ibu.Dayang Sumbi marah sekali setelah tahu apa yang
dilakukan Sangkuriang itu karena Tumang ternyata penjelmaan ayah Sangkuriang
sendiri. Ia memukul kepala Sangkuriang hingga bercucuran darah, dan kemudian mengusir
Sangkuriang dari rumah. Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang tumbuh dewasa yang
tampan dan gagah, tanpa sengaja kembali ke hutan tempat dimana ibunya tinggal,
dan menemukan Dayang Sumbi yang masih saja terlihat muda dan cantik. Ia jatuh
cinta, dan cintanya terbalas karena Dayang Sumbi pun tak tahu kalau Sangkuriang
adalah anaknya.Suatu hari, saat mereka sedang bercengkrama, Dayang Sumbi melihat
luka di kepala Sangkuriang, dan segera mengetahui kalau pemuda yang sedang
memadu kasih dengan dirinya, adalah anaknya sendiri. Ia syok dan memutuskan
hubungan mereka. Sangkuriang marah, dan ngotot untuk tetap menikahi Dayang
Sumbi, meski kemudian Dayang Sumbi memberitahu kalau ia adalah ibu kandung
Sangkuriang sendiri.Tak kehabisan akal, Dayang Sumbi kemudian menyatakan bahwa
ia bersedia dinikahi asalkan Sangkuriang mampu membuatkannya sebuah telaga dan
sebuah perahu dalam satu malam. Sangkuriang menyanggupi. Dengan dibantu jin,
Sangkuriang nyaris mampu memenuhi permintaan Dayang Sumbi, namun Dayang Sumbi
lagi-lagi tak kehabisan akal. Ia menebar kain boeh rarang (kain putih hasil
tenunannya), dan dalam sekejap mata kain itu mengeluarkan cahaya bagaikan cahaya
fajar di ufuk timur. Cahaya itu membuat jin-jin yang membantu Sangkuriang,
mengira hari telah pagi dan buru-buru pergi, meninggalkan pekerjaannya yang
hampir rampung. Sangkuriang marah sekali ketika tahu siasat Dayang Sumbi itu.
Ia lalu menendang perahu yang telah dibuatnya, dan perahu itu kemudian jatuh
dalam keadaan menelungkup dan berubah menjadi gunung yang hingga kini kita
kenal dengan nama Gunung Tangkuban Perahu. Delama 2 abad terakhir, gunung yang
menjadi ikon pariwisata Jawa Barat ini telah beberap kali meletus, yakni pada
1829, 1846, 1862, 1887, 1896, 1910, dan 1929.
3. Candi Prambanan,
Yogyakarta
Inilah candi yang
memiliki bentuk sangat anggun dan menjadi salah satu ikon budaya Indonesia.
Candi ini juga merupakan candi Hindu terbesar di Asia Tenggara.Konon, dahulu
kala ada seorang pemuda sakti mandraguna yang ingin menikahi seorang putri
cantik bernama Roro Jonggrang. Namanya Bandung Bondowoso. Pemuda ini beruntung
karena ayah sang putri yang merupakan seorang raja, merestui perasaannya, dan
bahkan memaksa sang Putri agar menikahi pemuda itu. Namun, sang putri enggan.Roro
Jonggrang kemudian memberi satu syarat kepada Bandung yang disebutnya sebagai
mas kawin, yakni meminta dibangunkan 1.000 buah candi yang harus telah rampung
dalam semalam, sebelum ayam berkokok menjelang fajar menyingsing. Bandung
menyanggupinya.Menjelang dinihari, 999 candi telah dibuat, sehingga Roro
Jonggrang panik dan meminta para wanita agar memukul lesung (alat penumbuk
padi), sehingga ayam-ayam terbangun dan berkokok. Meski belum dinihari.Bandung
Bondowoso marah karena tahu telah dicurangi Roro Jonggrang. Ia lalu mengubah
putri itu menjadi batu yang kini kita kenal dengan nama Candi Prambanan, atau
Candi Roro Jonggrang menurut warga setempat. Sementara candi-candi lain yang teklah
dibuat Bandung Bondowoso dan berada di sekitar Candi Roro Jonggrang dinamakan
Candi Sewu atau Candi Seribu.
4. Danau Toba, Sumatera
Utara
Jika ditinjau dari kaca
ilmu pengetahuan, Danau Toba merupakan sebuah kawah vulkanik berukuran panjang
100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang tercipta dari hasil ledakan gunung
sekitar 75.000 tahun silam. Namun bagi penduduk setempat, danau terbesar di
Indonesia dan Asia Tenggara ini terbentuk karena dilatari sebuah legenda.Konon,
dahulu kala ada seorang pemuda miskin bernama Toba yang hidup dari bertani dan
menangkap ikan di sungai. Suatu hari, ia menangkap seekor ikan mas yang dapat
berbicara sebagaimana layaknya manusia. Ikan itu kemudian dibawa pulang, dan
menjadi seorang gadis yang amat cantik.Menurut pengakuan gadis itu, dirinya
adalah seorang bidadari bernama Mina yang dikutuk para dewa, sehingga berubah
menjadi ikan, dan meminta Toba untuk tidak membocorkan rahasia ini kepada
siapapun. Toba bersedia asalkan Mina mau menikah dengannya, dan Mina setuju.
Maka, menikahlah mereka, dan dikaruniai seorang anak bernama Samosir.Suatu
hari, Mina menyuruh Samosir mengantarkan makan siang untuk Toba di ladang.
Samosir menolak, namun karena Mina memaksa, Samosir terpaksa menurut. Di tengah
jalan, karena lapar, Samosir memakan sebagian besar nasi dan lauk pauk untuk
Toba, sehingga ketika dia tiba di ladang, dia bukan hanya terlambat, tapi juga
makanan Toba tinggal sedikit. Toba marah besar dan memukuli anak semata
wayangnyanya itu sambil mengatakan; “Anak kurang ajar! Betul-betul kau anak
keturunan perempuan yang berasal dari ikan!” Samosir menangis dan bergegas
pulang. Ia mengadu kepada Mina, dan menyampaikan apa yang dikatakan Toba. Mina
terkejut dan merasa sangat kecewa karena Toba telah melanggar janji. Ia menerjunkan
diri ke sungai dan kembali menjadi ikan. Tak hanya itu, air sungai meluap dan
hujan turun dengan sangat deras, sehingga lembah dimana Toba tinggal,
tenggelam. Air juga menggenangi desa-desa di sekitarnya, dan air tak surut lagi
sehingga terciptalah sebuah danau besar yang kini kita kenal dengan nama Danau
Toba.Konon, Toba tak dapat menyelamatkan diri dari banjir besar tersebut, dan
dari tengah danau itu kemudian muncul sebuah pulau yang kini kita kenal dengan
nama Pulau Samosir.Danau Toba berjarak sekitar 176 kilometer dari Medan. Danau
ini merupakan salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, karena
pemandangannya yang indah.
5. Danau Tolire, Ternate
Danau ini berada di kaki
Gunung Gamalama, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Ternate. Danau ini
memiliki bentuk yang unik. Jika dilihat dari udara, danau ini seperti mangkok
yang menjorok ke dalam. Dari pinggir atas tepi danau hingga ke permukaan, airnya
memiliki kedalaman sekira 50 meter. Namun, kedalaman danau secara tepat tidak
ada yang mengetahui karena belum ada yang pernah mengukurnya. Warga setempat
percaya, danau ini tidak memiliki dasar, sehingga tidak ada yang berani
menyelaminya. Konon, bila Anda melempar sesuatu ke Danau Tolire, meski sekuat
apapun lemparan Anda dari tepi danau, sesuatu itu takkan pernah menyentuh air
danau itu. Meski, air permukaan danau terlihat tidak begitu jauh dari Anda. Banyak
mitos yang berkembang di Danau Tolire. Mitos yang paling banyak dibicarakan
adalah kisah mengenai seorang anak dan ayah kandungnya.Konon, menurut cerita
masyarakat setempat, di tempat Danau Tolire berada saat ini, dulunya adalah
sebuah kampung. Namun, kampung ini kemudian dikutuk oleh Sang Penguasa Alam
karena ada seorang ayah yang tega menghamili anak gadisnya sendiri. Tempat si
ayah tersebut berdiri ambles ke tanah dan kini menjadi tempat Danau Tolire
Besar. Sedangkan anaknya berubah menjadi Danau Tolire Kecil, yang berada tak
jauh dari situ.
6. Pantai Air Manis,
Sumatra Barat
Pantai ini berada di
Kota Padang. Panoramanya indah dengan ombak bergulung-gulung yang sangat pas
untuk berselancar.Pasir pantai ini berwarna coklat keputih-putihan, terhampar
luas dan landai. Dari waktu ke waktu, terutama di akhir pekan dan hari libur,
wisatawan membanjiri pantai ini untuk sekedar berekreasi, kemping atau
berselancar.Konon, pantai ini terkait erat dengan legenda Malin Kundang, anak
yang durhaka kepada ibunya sendiri, dan dikutuk menjadi batu. Malin mulanya
anak orang miskin yang tinggal bersama ibunya di sebuah kampung. Suatu hari,
Malin merantau karena ingin menjadi orang kaya raya, dan meninggalkan ibunya
seorang diri. Bertahun-tahun kemudian, Malin kembali sebagai seorang saudagar
kaya raya dengan istri yang cantik jelita. Sayang, karena malu melihat ibunya
yang miskin dan berpakaian compang-camping, ia tak mengakui ibunya itu. Bahkan
sang Ibu diusir dari kapalnya yang megah. Sakit hati karena perlakuan anaknya
yang durhaka, Ibu Malin Kundang berdoa kepada Tuhan dan mengutuk anaknya itu
agar menjadi batu. Kutukan itu terjadi. Malin, istri, kapal, dan semua anak
buahnya berubah menjadi batu. Hingga kini, batu penjelmaan mereka masih dapat
dilihat di Pantai Air Manis yang berjarak sekitar 15 km dari kota Padang. Tempat Wisata Yang
Sangat Melegenda dan Bersejarah Misteri Di tahan Air Indonesia
INDONESIA kaya akan
khasanah budaya, termasuk dalam bentuk cerita-cerita rakyat yang melegenda.
Entah bagaimana cerita-cerita itu dapat "meninggalkan jejak" yang
hingga kini dapat kita saksikan dan kita kunjungi, seolah kisah-kisah itu benar
adanya, bukan sebuah takhyul yang mengemuka akibat keberadaan tempat-tempat
itu.Dari segi pariwisata, tentu saja tempat-tempat yang berkaitan dengan
legenda itu dapat mendatangkan income yang tidak sedikit, karena tempat-tempat
itu menjadi obyek yang yang ramai dikunjungi wisatawan domestik dan
mancanegara.Nah, untuk menambah khasanah pengetahuan kita tentang objek wisata
di Indonesia yang berlatar belakang legenda, inilah tempat-tempat itu. Siapa
tahu, jika Anda belum pernah ke tempat-tempat itu, Anda akan memasukkannya
dalam daftar tempat wisata yang akan Anda kunjungi. Datanya dihimpun dari
berbagai sumber.
1. Batu Gantung, Sumatra
Utara
Konon, zaman dahulu kala
di tepi Danau Toba hidup sepasang suami istri dengan seorang anak perempuannya
yang cantik jelita. Namanya Seruni. Sayang, meski banyak pemuda yang menyukai
Seruni, dan gadis itu telah memilih salah seorang dari mereka sebagai
kekasihnya, suami istri itu telah menjodohkan Seruni dengan seorang pemuda yang
masih sepupunya Seruni sendiri. Suatu hari, Seruni melamunkan nasibnya di
pinggir Danau Toba dengan ditemani anjing peliharaannya yang bernama Toki, dan
memutuskan untuk bunuh diri dengan cara menerjunkan diri dari tebing yang
curam. Ia lalu berjalan menuju tebing yang dimaksudkannya, namun sebelum tiba
di sana dia terperosok ke dalam sebuah lubang yang terdapat di sebuah batu
besar, dan tak dapat keluar dari sana.Seruni memutuskan untuk mengakhiri
hidupnya di lubang itu, dan berteriak; "Parapat, parapat!" yang
artinya "Merapat, merapat!" Tujuannya agar lubang pada batu itu
merapat dan menghimpit tubuhnya hingga ia tewas. Keinginan Seruni terkabul.Maka,
jika Anda ke Parapat, sebuah kota kecil di Kabupaten Simalungun, Sumatera
Utara, Anda akan menemukan sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang
gadis yang seolah-olah sedang menggantung di tepi tebing. Oleh masyarakat
setempat, batu itu disebut Batu Gantung, dan hingga kini menjadi salah satu
objek wisata andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun yang ramai dikunjungi
wisatawan domestik dan mancanegara. Konon, nama Kota Parapat berasal dari kata
terakhir yang disebutkan Seruni, sebelum gadis itu meninggal.
2. Tangkuban Parahu,
Jawa Barat
Banyak ilmuwan yang
menyatakan bahwa Gunung Tangkuban Perahu merupakan sebuah gunung berapi aktif
yang tercipta akibat proses alam selama ribuan, bahkan jutaan tahun. Namun bagi
masyarakat Jawa Barat, gunung yang berjarak sekitar 25-30 kilometer di utara Kota
Bandung dan berketinggian 2.084 meter dari permukaan laut (dpl) itu muncul di
permukaan Bumi bukan akibat proses alam, melainkan karena kesaktian
Sangkuriang. Konon, dahulu kala, ada seorang wanita cantik bernama Dayang
Sumbi. Ia hidup di tengah hutan bersama anaknya yang bernama Sangkuriang. Suatu
hari, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang berburu rusa karena ia ingin sekali
memakan dagingnya. Sayang, rusa yang diburu Sangkuriang gagal didapatkan,
sehingga karena tak ingin mengecewakan ibunya, Sangkuriang membunuh Tumang,
anjing peliharaan ibunya yang menemani ia berburu, dan mempersembahkan
dagingnya kepada sang Ibu.Dayang Sumbi marah sekali setelah tahu apa yang
dilakukan Sangkuriang itu karena Tumang ternyata penjelmaan ayah Sangkuriang
sendiri. Ia memukul kepala Sangkuriang hingga bercucuran darah, dan kemudian mengusir
Sangkuriang dari rumah. Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang tumbuh dewasa yang
tampan dan gagah, tanpa sengaja kembali ke hutan tempat dimana ibunya tinggal,
dan menemukan Dayang Sumbi yang masih saja terlihat muda dan cantik. Ia jatuh
cinta, dan cintanya terbalas karena Dayang Sumbi pun tak tahu kalau Sangkuriang
adalah anaknya.Suatu hari, saat mereka sedang bercengkrama, Dayang Sumbi melihat
luka di kepala Sangkuriang, dan segera mengetahui kalau pemuda yang sedang
memadu kasih dengan dirinya, adalah anaknya sendiri. Ia syok dan memutuskan
hubungan mereka. Sangkuriang marah, dan ngotot untuk tetap menikahi Dayang
Sumbi, meski kemudian Dayang Sumbi memberitahu kalau ia adalah ibu kandung
Sangkuriang sendiri.Tak kehabisan akal, Dayang Sumbi kemudian menyatakan bahwa
ia bersedia dinikahi asalkan Sangkuriang mampu membuatkannya sebuah telaga dan
sebuah perahu dalam satu malam. Sangkuriang menyanggupi. Dengan dibantu jin,
Sangkuriang nyaris mampu memenuhi permintaan Dayang Sumbi, namun Dayang Sumbi
lagi-lagi tak kehabisan akal. Ia menebar kain boeh rarang (kain putih hasil
tenunannya), dan dalam sekejap mata kain itu mengeluarkan cahaya bagaikan cahaya
fajar di ufuk timur. Cahaya itu membuat jin-jin yang membantu Sangkuriang,
mengira hari telah pagi dan buru-buru pergi, meninggalkan pekerjaannya yang
hampir rampung. Sangkuriang marah sekali ketika tahu siasat Dayang Sumbi itu.
Ia lalu menendang perahu yang telah dibuatnya, dan perahu itu kemudian jatuh
dalam keadaan menelungkup dan berubah menjadi gunung yang hingga kini kita
kenal dengan nama Gunung Tangkuban Perahu. Delama 2 abad terakhir, gunung yang
menjadi ikon pariwisata Jawa Barat ini telah beberap kali meletus, yakni pada
1829, 1846, 1862, 1887, 1896, 1910, dan 1929.
3. Candi Prambanan,
Yogyakarta
Inilah candi yang
memiliki bentuk sangat anggun dan menjadi salah satu ikon budaya Indonesia.
Candi ini juga merupakan candi Hindu terbesar di Asia Tenggara.Konon, dahulu
kala ada seorang pemuda sakti mandraguna yang ingin menikahi seorang putri
cantik bernama Roro Jonggrang. Namanya Bandung Bondowoso. Pemuda ini beruntung
karena ayah sang putri yang merupakan seorang raja, merestui perasaannya, dan
bahkan memaksa sang Putri agar menikahi pemuda itu. Namun, sang putri enggan.Roro
Jonggrang kemudian memberi satu syarat kepada Bandung yang disebutnya sebagai
mas kawin, yakni meminta dibangunkan 1.000 buah candi yang harus telah rampung
dalam semalam, sebelum ayam berkokok menjelang fajar menyingsing. Bandung
menyanggupinya.Menjelang dinihari, 999 candi telah dibuat, sehingga Roro
Jonggrang panik dan meminta para wanita agar memukul lesung (alat penumbuk
padi), sehingga ayam-ayam terbangun dan berkokok. Meski belum dinihari.Bandung
Bondowoso marah karena tahu telah dicurangi Roro Jonggrang. Ia lalu mengubah
putri itu menjadi batu yang kini kita kenal dengan nama Candi Prambanan, atau
Candi Roro Jonggrang menurut warga setempat. Sementara candi-candi lain yang teklah
dibuat Bandung Bondowoso dan berada di sekitar Candi Roro Jonggrang dinamakan
Candi Sewu atau Candi Seribu.
4. Danau Toba, Sumatera
Utara
Jika ditinjau dari kaca
ilmu pengetahuan, Danau Toba merupakan sebuah kawah vulkanik berukuran panjang
100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang tercipta dari hasil ledakan gunung
sekitar 75.000 tahun silam. Namun bagi penduduk setempat, danau terbesar di
Indonesia dan Asia Tenggara ini terbentuk karena dilatari sebuah legenda.Konon,
dahulu kala ada seorang pemuda miskin bernama Toba yang hidup dari bertani dan
menangkap ikan di sungai. Suatu hari, ia menangkap seekor ikan mas yang dapat
berbicara sebagaimana layaknya manusia. Ikan itu kemudian dibawa pulang, dan
menjadi seorang gadis yang amat cantik.Menurut pengakuan gadis itu, dirinya
adalah seorang bidadari bernama Mina yang dikutuk para dewa, sehingga berubah
menjadi ikan, dan meminta Toba untuk tidak membocorkan rahasia ini kepada
siapapun. Toba bersedia asalkan Mina mau menikah dengannya, dan Mina setuju.
Maka, menikahlah mereka, dan dikaruniai seorang anak bernama Samosir.Suatu
hari, Mina menyuruh Samosir mengantarkan makan siang untuk Toba di ladang.
Samosir menolak, namun karena Mina memaksa, Samosir terpaksa menurut. Di tengah
jalan, karena lapar, Samosir memakan sebagian besar nasi dan lauk pauk untuk
Toba, sehingga ketika dia tiba di ladang, dia bukan hanya terlambat, tapi juga
makanan Toba tinggal sedikit. Toba marah besar dan memukuli anak semata
wayangnyanya itu sambil mengatakan; “Anak kurang ajar! Betul-betul kau anak
keturunan perempuan yang berasal dari ikan!” Samosir menangis dan bergegas
pulang. Ia mengadu kepada Mina, dan menyampaikan apa yang dikatakan Toba. Mina
terkejut dan merasa sangat kecewa karena Toba telah melanggar janji. Ia menerjunkan
diri ke sungai dan kembali menjadi ikan. Tak hanya itu, air sungai meluap dan
hujan turun dengan sangat deras, sehingga lembah dimana Toba tinggal,
tenggelam. Air juga menggenangi desa-desa di sekitarnya, dan air tak surut lagi
sehingga terciptalah sebuah danau besar yang kini kita kenal dengan nama Danau
Toba.Konon, Toba tak dapat menyelamatkan diri dari banjir besar tersebut, dan
dari tengah danau itu kemudian muncul sebuah pulau yang kini kita kenal dengan
nama Pulau Samosir.Danau Toba berjarak sekitar 176 kilometer dari Medan. Danau
ini merupakan salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan, karena
pemandangannya yang indah.
5. Danau Tolire, Ternate
Danau ini berada di kaki
Gunung Gamalama, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Ternate. Danau ini
memiliki bentuk yang unik. Jika dilihat dari udara, danau ini seperti mangkok
yang menjorok ke dalam. Dari pinggir atas tepi danau hingga ke permukaan, airnya
memiliki kedalaman sekira 50 meter. Namun, kedalaman danau secara tepat tidak
ada yang mengetahui karena belum ada yang pernah mengukurnya. Warga setempat
percaya, danau ini tidak memiliki dasar, sehingga tidak ada yang berani
menyelaminya. Konon, bila Anda melempar sesuatu ke Danau Tolire, meski sekuat
apapun lemparan Anda dari tepi danau, sesuatu itu takkan pernah menyentuh air
danau itu. Meski, air permukaan danau terlihat tidak begitu jauh dari Anda. Banyak
mitos yang berkembang di Danau Tolire. Mitos yang paling banyak dibicarakan
adalah kisah mengenai seorang anak dan ayah kandungnya.Konon, menurut cerita
masyarakat setempat, di tempat Danau Tolire berada saat ini, dulunya adalah
sebuah kampung. Namun, kampung ini kemudian dikutuk oleh Sang Penguasa Alam
karena ada seorang ayah yang tega menghamili anak gadisnya sendiri. Tempat si
ayah tersebut berdiri ambles ke tanah dan kini menjadi tempat Danau Tolire
Besar. Sedangkan anaknya berubah menjadi Danau Tolire Kecil, yang berada tak
jauh dari situ.
6. Pantai Air Manis,
Sumatra Barat
Pantai ini berada di
Kota Padang. Panoramanya indah dengan ombak bergulung-gulung yang sangat pas
untuk berselancar.Pasir pantai ini berwarna coklat keputih-putihan, terhampar
luas dan landai. Dari waktu ke waktu, terutama di akhir pekan dan hari libur,
wisatawan membanjiri pantai ini untuk sekedar berekreasi, kemping atau
berselancar.Konon, pantai ini terkait erat dengan legenda Malin Kundang, anak
yang durhaka kepada ibunya sendiri, dan dikutuk menjadi batu. Malin mulanya
anak orang miskin yang tinggal bersama ibunya di sebuah kampung. Suatu hari,
Malin merantau karena ingin menjadi orang kaya raya, dan meninggalkan ibunya
seorang diri. Bertahun-tahun kemudian, Malin kembali sebagai seorang saudagar
kaya raya dengan istri yang cantik jelita. Sayang, karena malu melihat ibunya
yang miskin dan berpakaian compang-camping, ia tak mengakui ibunya itu. Bahkan
sang Ibu diusir dari kapalnya yang megah. Sakit hati karena perlakuan anaknya
yang durhaka, Ibu Malin Kundang berdoa kepada Tuhan dan mengutuk anaknya itu
agar menjadi batu. Kutukan itu terjadi. Malin, istri, kapal, dan semua anak
buahnya berubah menjadi batu. Hingga kini, batu penjelmaan mereka masih dapat
dilihat di Pantai Air Manis yang berjarak sekitar 15 km dari kota Padang. Tempat Wisata Yang
Sangat Melegenda dan Bersejarah Misteri Di tahan Air Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar